Skip to content

Roadtrip Medan Jogja (1) : Medan ke Pekanbaru

tol dumai pekanbaru, bikin roadtrip medna jogja lebih mudah

Seperti biasa, libur sekolah anak-anak, kami isi dengan kegiatan perjalanan keluar kota. Desember 2021 ini, rencana kami awalnya hanya mengunjungi Mama di Kota Bumi, Lampung. Namun, ada permintaan khusus dari Mama mertua untuk mengunjungi adiknya di Magelang plus keluarga beliau di Yogyakarta alias Jogja. Akhirnya kami putuskan, akhir tahun ini kami sekeluarga akan roadtrip Medan ke Jogja.

Ini adalah cerita bagian pertamanya.

Tidak ada yang aneh dengan rencana roadtrip kali ini, karena tahun lalu, 2020, kami sudah merasakan perjalanan darat dari Medan hingga ke Malang. Menggunakan mobil Xenia 1300 cc. Hanya saja tahun ini, kami ganti mobil, menjadi Chevrolet Captiva Diesel 2000 cc tahun 2013. Yang saat akan berangkat km yang sudah ditempuh adalah 155.905 km. Bener-bener sudah cape’ mobil ini.

Perbedaan kedua yang harus kami sesuaikan tahun ini adalah tahun ini kami punya anggota keluarga baru, adek Nina, yang baru berusia 2.5 bulan saat berangkat tanggal 13 desember 2021 lalu.

Perbedaan ketiga, kami membawa mama mertua yang belum lama sembuh dari sakit saraf kejepit. Dan perbedaan selanjutnya adalah Supir dua yang biasanya adalah “atuk uban” digantikan ke abang yang baru beberapa bulan lancar bawa mobil dan belum ada pengalaman keluar kota, apalagi sampai nyebrang ke Jawa.

sebelum berangkat roadtrip medan - jogja
Suasana sebelum berangkat, kita biasa berangkat malam

Saya yakin akan ada banyak pertanyaan, persiapan apa yang kami lakukan agar perjalanan kami menjadi menyenangkan. Karena dalam perkiraan saya, kami akan tiba di Pit Stop pertama : Kotabumi Lampung, setelah 48 jam dari Medan. 1700 km.

Memang di bulan oktober 2021 yang lalu, saya baru saja ke Lampung menggunakan si Chevy bertiga dengan kawan-kawan. Waktu itu kami berhasil mencetak waktu hanya 36 jam perjalanan, itupun karena berhenti sekitar 4 jam di Palembang dan terjebak macet sebelum masuk kota Palembang.

Dikarenakan kali ini saya membawa keluarga, orang tua, bayi 2,5 bulan dan supir dua yang belum berpengalaman di jalan lintas Sumatera yang terkenal ganas. Maka, perkiraan tiba di Lampungnya saya tambah 12 jam, sekitar 48 jam perjalanan.

Oke baik, ini dia persiapan yang saya dan keluarga lakukan sebelum berangkat.

Istri fokus bagaimana mempersiapkan apa yang harus dibawa, karena bawa anak-anak dengan gaya yang berbeda-beda plus satu bayi yang belum bisa apa-apa. Seperti kebanyakan mamak-mamak, printilannya banyak sekali, hehe.

Tapi, yang paling jadi perhatian istri adalah ‘car baby seat’, karena gak mungkin gendong bayi sepanjang jalan, si bayi butuh satu tempat yang aman dan nyaman baginya sehingga saat jalan di malam hari, bisa tidur sendiri tanpa terganggu.

Untuk car baby seat, kami membeli di toko sahabat saya Haritsa Baby Shop, dengan layanan antar, saya gak perlu repot ke tokonya. eh, lebih tepatnya karena ada orang dalam, jadi beliau bantu orderan saya sampai barang tiba di kantor saya. Ohya sekarang ada toko onlinenya kok. Selain tentunya ada akun mereka di aplikasi Shopee.

baby car seat untuk roadtrip
Baby Does Car Seat

Untuk anak pertama dan kedua, mereka sudah biasa roadtrip kemana-mana, gak terlalu repot mempersiapkannya. Saya cukup sediakan tempat tidur mereka di baris ke tiga (jok di lipat), kebetulan bagasi captiva ini rata, jadi gak perlu repot menyusun kasur busa + bedcover agar mereka nyaman tidur di malam hari. Satu yang saya lupa, mereka berdua sekarang bukan anak kecil lagi, si Abang sudah 8 tahun dan 5 tahun (hampir 6 tahun).

Selain itu, persiapan “makan di jalan”, kalau orang tua kita biasa menyiapkan nasi dibungkus, lauk yang bisa tahan beberapa hari perjalanan dan air minum. Memang saat ini kita gak terlalu sulit untuk mendapatkan “makan” di jalan, karena sudah banyak pilihan, tapi namanya orang tua, kebiasaan itu gak bisa dihilangkan.

Seperti tahun lalu, kami bawa kompor gas kecil untuk memanaskan air untuk ngindomie atau minum teh. Kalau saya, tahun ini bawa kopi plus mokapot biar tetap bisa ngopi. Ohya, tidak lupa untuk membawa Madu Al Hafizh sebagai teman perjalanan.

Kawan-kawan tau bahwa madu punya banyak manfaat ke tubuh, salahsatunya sebagai booster energi, karena gulanya. Namun perbedaannya gula pada madu adalah gula monosakarida, sehingga tidak memberatkan tubuh untuk menyerapnya dan mengubahnya jadi energi.

Untuk mendapatkan madu al-hafizh, kawan-kawan dapat langsung menghubungi WA : 0813-7072-1854, atau langsung klik link Whatsapp Ini.

atau langsung ke shopee juga bisa : KLIK DISINI

Oke, kita lanjut ya…

Persiapan apalagi ya untuk perjalanan roadtrip medan jogja kali ini?

Ohya, sebelum berangkat, Chevy kami ini memang sedang ada masalah. Konsumsi bahan bakarnya error, sehingga terlihat penggunaan bahan bakar berlebihan alias gak wajar. Umumnya, konsumsi bahan bakar untuk Chevrolet Captiva Diesel ini adalah 1 : 10 rata-ratanya. Namun dalam beberapa hari ini ternyata konsumsi bahan bakar mencapai 1 : 5.

Tentunya jika kami berangkat dengan kondisi seperti ini, akan bengkak biaya bahan bakar, walaupun sepanjang jalan kami menggunakan solar yang hanya 5.150 per liter

Di bengkel, kawan-kawan mekanik menemukan bahwa ada masalah pada catridge turbo dan harus ganti. Sudah oblak. Proses perbaikan memakan waktu seharian. Kami yang rencanakan berangkat tanggal 13 malam, nyaris gagal berangkat. Untungnya, mobil siap berangkat sebelum isya. Akhirnya kami berangkat selepas solat isya, atau sekitar pukul 22.00 malam.

kalau roadtrip mobil harus sehat
Chevy sedang di pijit-pijit

Memilih Memulai Perjalanan Malam

Kalau diperhatikan, hampir semua perjalanan darat jarak jauh yang saya lalui selalu dimulai malam hari. Kadang muncul pertanyaan, kenapa memilih untuk main malam?

Kalau ditanya alasannya memang agak sulit, sebagai pribadi yang mulai berusaha untuk menerapkan pola hidup sehat, begadang atau tidak tidur malam adalah salah satu pantangan yang harus dihindari. Karena tidak tidur semalaman akan membuat sistem keseimbangan tubuh menjadi terganggu.

Walau diganti tidur 2-3 hari di siang hari, tetap tidak akan mampu mengganti tidak tidur 1 malam saja. Itu bahaya begadang semalaman. Waktu masih kuliah, begadang semalaman adalah hal biasa, entah itu ketika mengerjakan tugas kuliah atau sekedar ngobrol ngalor-ngidul bersama kawan-kawan di kede kopi.

Jujur, ketika sudah punya anak 3 dan usia sudah menjelang kepala 4, ketahanan fisik jauh berkurang. Mau gak mau, pola hidup gak sehat sebelum ini harus digantikan dengan pola yang lebih sehat, seperti memperbanyak gerak/ olahraga, memperbanyak minum air putih, konsumsi madu dan habbatussauda, tidur cukup, bangun sebelum subuh, main bersama anak, sharing ke kawan-kawan dan lain-lain.

Lalu, kenapa harus memilih jalan malam?

Nah, ini dia, ada kenikmatan tersendiri kalau kita melibas jalan lintas di malam hari.

Pertama, pengendara sepeda motor hampir tidak ada. Harus diakui, pengendara sepeda motor kadang sering tidak terduga, kita harus ekstra waspada ketika mengendarai mobil. Ya, memang gak bisa disalahkan, hak sesama pengguna jalan, saling menghormati, tapi, ya… kita sama sama taulah, kadang yang bawa mobil arogan, yang bawa motor gak mau kalah.

Kedua, Jalan malam itu lebih memudahkan driver untuk melihat kondisi jalanan baik di sisi kiri (jalurnya) atau dari sisi kanan (jalur lawan), karena sorot lampu sangat membantu membaca situasi sekeliling. Berbeda dengan siang hari, terutama untuk jalanan yang berkelok, sering kali kendaraan lain dari sisi kanan tidak terdeteksi dan ini yang sering kali menyebabkan kecelakaan.

Setidaknya ini alasan yang menjadi dasar kenapa roadtrip medan jogja kita mulai malam hari.

Cerita Roadtrip Lainnya : Medan Menuju Mandailing Natal

Pemilihan Rute Perjalanan Roadtrip Medan Jogja

Dari Medan Menuju Jogja ada banyak rute yang bisa dipilih, seperti kata pepatah, ada banyak jalan menuju jogja #eh.

Ada 2 jalan lintas utama di Sumatera, Jalan Lintas Tengah Sumatera dan Jalan Lintas Timur Sumatera, walau ada juga Jalan Lintas Barat Sumatera. Kali ini kami memilih untuk mengambil jalur lintas timur saat berangkat dan lintas tengah saat pulang nanti ke Medan. Walau pada akhirnya, jalur pulang diubah dari lintas tengah ke lintas timur.

Jadi jalur perjalanan yang kami pilih saat berangkat adalah :

Medan – Tebing tinggi (melalui tol) – Rantauprapat – Kota Pinang – Bagan Batu – Pekanbaru ( via Tol masuk di pintu tol Bathin Solapan, Jangan lupa, tandai ketika sudah masuk simpang bangko, karena nanti bisa nyasar sampai Kota Dumai, gak apa apa sih, cuma makin jauh lebih dari 20 km, belum lagi tambahan waktu karena harus mencari pintu tol di Kota Dumai)

Medan ke Pekanbaru biasanya kami berhenti agak lama pertama di Kota Pinang untuk solat shubuh hingga sarapan. kedua di Pekanbaru untuk makan siang dan sholat jama’ Dzuhur – Ashar. Sedangkan makan malam biasanya di daerah belilas sekitarnya.

Di Kota Pinang (lebih tepatnya sebelum kota Kota Pinang), kami memilih berhenti di masjid di Blok Songo. Ada masjid yang cukup representatif, kamar mandi bersih, masjid lebar, parkirpun luas dan memiliki atap. Namanya Masjid Baiturrahman.

Titik Berhenti pertama : Kota Pinang
Suasana Parkir Masjid Baiturrahman Blok Songo
Bagi yang sering berpergian dengan anak-anak akan tau bahwa anak itu mudah bosan dan ketika turun dari mobil untuk istirahat adalah saat bagi mereka untuk melepaskan penat dan mencharge energinya lagi. 

Biasanya di masjid ini kami Istirahat dari subuh hingga menjelang pukul 8 pagi, Sudah selesai bebersih, sarapan dan sedikit menyeduh kopi.

Teman saat Roadtrip Medan -  Jogja : Kopi Madu
Kopi Arabica Madu

Perjalanan dari Kota Pinang menuju Pekanbaru relatif lebih mudah karena memang jalan yang dilalui relatif lurus-lurus, hanya saja jalur ini biasanya ramai dengan kendaraan truk besar dan bus jurusan Medan – Pekanbaru Sekitar. Jadi tetap mesti hati-hati dan waspada.

Masuk Tol Dumai – Pekanbaru

Nah, kenapa tadi saya sampaikan untuk sedikit awas ketika kita sudah melewati Simpang Bangko yang membagi jalan ke arah Kota Dumai dan ke arah Kota Duri? Karena dari simpang bangko ke pintu tol bathin solapan hanya 5 km dan kadang karena keasyikan injak gas, pintu tol terlewat dan masuk ke Kota Dumai.

Nah, Tol Dumai – Pekanbaru ini bisa dikatakan jalan tol terbaik di pulau sumatera. Jalur tol sepanjang 140 km ini benar-benar memanjakan penikmat roadtrip, apalagi dengan kondisi mobil yang sehat, Jalanan halus, aspal dan relatif lurus-lurus. Jalur tol seperti ini memang benar benar mengundang untuk memacu kendaraan lebih cepat dari batas yang dianjurkan.

Jalan Tol sepanjang 140 km ini bisa ditempuh dalam waktu hanya 1 jam lebih sedikit. Jika dibandingkan dengan sebelum ada jalan tol simpang banko menuju pekanbaru via Duri, bisa tembus 4 jam perjalanan.

Dengan kecepatan standar, kami masuk ke Pekanbaru sekitar pukul 3 sore, kami masuk ke Masjid Da’wah Rumbai Pesisir (ada titiknya di gmaps) yang berada dekat dari kawasan komplek olahraga PON Riau dan Komplek Chevron.

Seperti biasa, jika berhenti istirahat, kami butuh paling sedikit 2 – 3 jam, karena memang jalan jauh membawa orang tua dan bayi harus sabar-sabar.

Tak jauh dari masjid kita akan melalui jembatan Sungai Siak lalu masuk ke jalur dalam Kota Pekanbaru.

Untuk yang gak paham jalan kota Pekanbaru sebenarnya gak perlu khawatir, karena google maps akan sangat membantu sepanjang perjalan. Syaratnya sinyal bagus, kalau sinyal memburuk sebaiknya mulai andalkan GPS (gunakan penduduk setempat). Karena banyak kasus yang mengandalkan Gmaps ketika sinyal memburuk, yang terjadi malah : tersesat.

Ini bagian pertama dari Perjalanan Roadtrip Medan Jogja, semoga dapat menjadi inspirasi untuk kawan-kawan yang pengen menikmati perjalanan, menikmati alam, menikmati kuliner, dan menikmati yang lainnya.

Doakan tulisan part kedua “roadtrip medan jogja” segera diselesaikan.

Jagoan roadtrip hafizh dan nail.
Jagoan Roadtrip Abang Hafizh dan Abang Nail

See You.

BK

Published inTravelling

7 Comments

  1. Di artikel ini baru nemu, nama madu Al Hafizh dari si bang Hafizh anak sulung. Hihi

    Belum pernah ngikut suami nempuh jalan sampe ribuan kilo bang. Paling banter 600 an kilo aja dari medan sampe aceh Barat. Itu juga suami single bawa mobil.

    Menanti cerita selanjutnya ..

    • bagkinantan bagkinantan

      siap,… sejak bayi sudah dibiasakan jalan jauh, alhamdulillah anak-anak gak ada yang mabuk perjalanan

  2. masyaAllah bang, mantab kali perjalanannya, dah lama gak roadtrip kek gini sejak berkeluarga, pengen jugalah sesekali dan gak lupa bawa madu al hafizh hehe

  3. Wow….Medan-Jogja. Hebat bisa ditempuh dengan mobil bersama keluarga. Pasti capek ya bang. Tapi seru juga tuh. Banyak biaya kah? Hehehe…aku kepo.

    • bagkinantan bagkinantan

      kalau dinikmati capenya hilang sendiri kak. Biaya justru lebih kecil dibanding kalau naik pesawat. Dengan naik mobil lebih banyak yang bisa dilihat dan jadi pelajaran untuk anak-anak

  4. Save drive ya Bg Bag dan keluarga,., masyaallah serunya lah roadtrip bareng keluarga begini, kapan ya bisa nyusul bepergian sekeluarga… terakhir ke Jogja Februari 2020 tepat beberapa hari sebelum pandemi diumumkan. Gak sabar nunggu artikel lanjutannya ya,, menuju Jogja si kota rindu.

    • bagkinantan bagkinantan

      ya kak, kebetulan saya dan istri penyuka jalan darat, bukan sekedar jalannya tapi ada kami bisa menikmati kebersamaan yang utuh sebagai keluarga tanpa ada distraksi orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

twelve − 10 =