Skill Dasar Penjualan yang Harus Dimiliki Penjual Online

skill dasar penjualan

 

Seringkali saya menemukan pertanyaan dari teman – teman, soal skill dasar penjualan yang mesti dimiliki jika kita ingin menjual produk secara online. Pada kesempatan kali ini saya akan sharing pengalaman pribadi dalam menjual madu hutan secara online.

Bagi sebagian orang, menjual produk kesehatan memiliki tantangan tersendiri. Karenanya, banyak juga yang menghindarinya.

Saya sebelumnya fokus pada penjualan jamur tiram, mulai dari penyiapan bibit, baglog hingga produk pasca panen (olahan). Awalnya berhasil, saat scale up saya tidak mengukur dengan benar. Akibatnya bangkrut.

Setelah kebangkrutan itu, saya berpikir produk apa yang akan saya jual selanjutnya. Berbekal pelajaran dari usaha jamur tiram, saya mengambil kesimpulan untuk fokus membangun usaha yang hanya menjual produk tanpa memikirkan produksi.

Kenapa fokus pada penjualan saja dan menghindari produksi? InsyaAllah akan saya singgung pada kesempatan berikutnya.

Memutuskan Untuk Menjual Madu

Setelah diskusi dengan salah seorang teman yang sudah menjalani penjualan madu hingga 10 tahun, saya bertanya bagaimana prospek usaha madu ke depannya. Beliau mengatakan bahwa usaha madu masih prospek ke depan, apalagi dengan berkembangnya penjualan melalui media online.

Berbekal hal inilah saya memutuskan untuk memulai usaha madu.

Berbeda dengan usaha jamur tiram, untuk penjualan madu ini saya memutuskan untuk full online. Jadi seluruh proses penjualan menggunakan media online. Modal yang saya keluarkan hanya Rp. 100.000 dan handphone android yang kebetulan sehari – hari saya gunakan, serta akun facebook pribadi yang selama ini juga saya gunakan untuk membangun jaringan secara online.

Memanfaatkan Media Sosial

Di tahun 2014 memulai jualan via medsos, bisa dikatakan sangat terlambat, namun dicoba saja. Waktu itu (dan sampai saat ini) memanfaatkan akun pribadi untuk berjualan. Waktu itu saya bahkan tidak tau bahwa ada namanya fb ads. Dulu masih main tag, spamming murni dan sibuk kejar-kejar calon pembeli.

Bang Jendral Nst mengkritik cara jualan saya yang serampangan. Beliau bilang, jualan itu harus elegan, beruntung saya beliau mau bisikkan kisi-kisinya. Salah satunya adalah membuat “tulisan” yang dapat menarik perhatian orang-orang.

Dan mulailah saya update status-status yang bertujuan cari perhatian audiens di fesbuk.

 

Tak Kenal Maka Kenalan

Kunci utama orang mau membeli dari kita adalah kepercayaan. Kepercayaan muncul karena kita saling kenal. Itulah sebabnya spamming itu hanya menghancurkan reputasi kita.

Jadilah pribadi yang dikenal. Caranya sederhana, sering-sering muncul. Teringat saya teman saya yang menggemaskan ferry marendra (kita doakan agar segera sarjana), setiap saya buat status beliau orang pertama yang ngelike. Jadi penasaran, siapa sih ni anak? Pahamkan?

Kedua, menjadi dikenal tentunya dengan menjadi pribadi yang “dicari-cari”. Seringlah berbagi sesuatu yang bermanfaat bagi audiens kita. Tentunya bukan hasil copas. Bangkitkan kreativitas kita dengan berlatih untuk “menuliskan” kembali apa yang sudah kita baca dengan bahasa kita sendiri.

Ketiga, ada sebuah postulat dari dukun covert selling, bahwa no interaction no transaction. Sosial media tujuannya adalah untuk membangun interaksi di dalamnya, untuk it mulailah berinteraksi dengan target audiens kita, gak mungkin mereka mau berinteraksi dengan kita jika kita ga pernah senggol – senggol.

Interaksi juga membangun kepercayaan.

dan pada akhirnya, seiring perjalanan waktu, anda akan semakin terkenal dengan keunikan status yang sering kita buat.

 

sklill dasar penjualan adalah menulis

 

Skill Dasar Penjualan Itu Bernama : Menulis

Saya perhatikan setiap penjual online itu kebanyakan adalah penulis yang baik. Mereka mampu menggerakkan pembaca untuk membeli. Hanya dengan membaca tulisan iklan mereka.

Umumnya, konten yang dijadikan media iklan selalu berbentuk tulisan, walau sekarang berkembang menjadi video dan gambar. Tapi, tetap skill dasar yang harus dimiliki adalah kemampuan menulis. Selanjutnya menggunakan jasa penulis itu urusan lain, memulainya tetap harus kita yang menulis kan?

Tahapan Menjual

Menjual adalah sebuah rangkaian proses yang harus kita jalani, dimulai dengan pendekatan, penggalian kebutuhan dan masalah lalu tawaran solusi atas masalah yang konsumen hadapi, terakhir closing.

Nah, tugas kita hanya bagaimana mampu menghadirkan konten yang dapat “berbicara”. Karena umumnya konten masih berbentuk tulisan, maka mau gak mau kita harus bisa menulis, kalo punya banyak duit bisa bayar orang…hehe.

Tulisan Iklan yang Menggerakkan

Berdasarkan hukum newton mengatakn bahwa, benda diam akan terus diam sampai ada gaya yang menggerakkannya. Nah, sebagai penulsi iklan, kita tentu berharap bahwa iklan yang kita tulis memiliki “gaya penggerak” yang dapat menggerakkan pikiran dan perasaan calon konsumen untuk mengambil tindakan (bergerak), entah itu like, comment, share, atau langsung call nomor kita.

Dan kabar baiknya, skill menulis yang menggerakkan itu dapat dipelajari.

Dalam artikel terdahulu saya ada menulis tentang Kekuatan Cerita dalam Iklan, kaidah yang kita sepakati bersama bahwa, people love story. Kita sebenarnya senang dengan cerita. Salah satu cara untuk mendapatkan perhatian orang lain dalam iklan kita adalah “cerita”, berceritalah, dengan kata lain disebut storytelling.

Teknik berikutnya yang masih berkaitan dengan story telling adalah teknik yang disebut sebagai covert selling. Covert selling sendiri adalah seni menulis iklan yang tidak terlihat sedang beriklan. Pesan ‘sponsornya’ tidak secara vulgar dilihatkan dan ajakan untuk membeli tidak ada sama sekali. Dan ini yang menjadi ciri pembeda utama covert selling dibandingkan dengan metode beriklan lainnya.

Baca : Meningkatkan Konversi Penjualan dengan Covert Selling

Kabar baik selanjutnya adalah teknik menulis iklan covert selling sudah tersedia dalam bentuk buku. Judul bukunya adalah buku mantra covert selling yang ditulis teman saya Ki Jendral Nasution

Selan itu ada juga copywriting yang bukunya sempat booming beberapa waktu lalu.

Dari semua teknik itu kita akan menemukan sebuah benang merah bahwa, skill dasar penjualan yang dibutuhkan oleh seorang penjual online adalah menulis. Mau gak mau, suka gak suka, mulailah menulis. Tapi sering kali datang keluhan, bang aku gak pandai menulis…?

Tips sederhana yang saya dapatkan dulu, jika kita tidak lancar menulis itu  disebabkan jumlah kosakata yang kita miliki sedikit, untuk menambah kosakata, maka kita wajib hukumnya memperbanyak bahan bacaaan. Jadi sudah tergambarkan apa saja yang harus dilakukan jika kita ingin meningkatkan kemampuan menjual secara online? Dimulai dari menulis.

Semoga bermanfaat.

BK

Boleh saya kirimi tulisan saya berikutnya? Silahkan isi form di bawah ya…

5 × 3 =