Belajar Keuangan Bisnis : Ini yang Perlu Diperhatikan

belajar keuangan bisnis yang benar

Soal belajar keuangan bisnis, saya teringat saat malam ramadhan, seorang teman saya mengirimkan sebuah gambar dan sepotong kalimat; “mau garap?”

Belum lama ini saya menonton film “the founder” yang menceritakan soal awal berdiri dan perkembangan raksasa waralaba dunia, Mc Donald.  Tapi saya tidak akan bercerita soal bagaimana Ray Kroc menguasai pasar waralaba dimulai dari kata Mc Donald.

Saya mencermati pertumbuhan sesungguhnya dari Mc Donald adalah saat Ray Kroc tersadar, bahwa bisnis yang ia dirikan dengan belasan cabang, ternyata mengalami gagal bayar atas semua tagihan yang masuk ke mereka. termasuk cicilan hutang modal yang mempertaruhkan rumah miliknya.

Ada yang tidak dipahaminya tentang proses bisnis dalam bisnisnya.

Beruntungnya, ada seorang “penasehat keuangan” yang mendengar obrolannya dengan pimpinan bank federal yang akan menyita rumahnya.

Si penasehat keuangan menawarkan bantuannya untuk menyelesaikan permasalahan mendasar dari bisnis Ray Kroc yang mulai tumbuh. Ya penjualan meningkat namun anehnya bisnis tidak mampu membiayai kegiatannya.

Saya juga menemukan beberapa persamaan antara Ray Kroc dengan beberapa teman saya yang menjalankan bisnis baik secara online atau offline. Mereka fokus menghasilkan penjualan, mereka belajar berbagai metode penjualan dari kelas online, offline, buku, jadi reseller dengan harapan ilmu penjualan dan sebagainya.

Ya, mereka menghasilkan pertumbuhan penjualan dari mempraktekkan ilmu yang mereka dapat. Kadang angka penjualan yang berhasil mereka bukukan mencapai angka yang luarbiasa. Namun, saat bersinggungan soal keuangan, mereka pusing dan ada yang gak pernah tau sebenarnya laba usahanya berapa. Ia hanya fokus menjual dan menjual, dapat uang putar begitu seterusnya. Kemudian apa yang perlu dilakukan atas uang yang sudah mereka dapatkan, ada missing di sana.

Terkait pesan singkat teman saya tadi, ya beliau menunjukkan screenshot status di FB yang mengajak followernya untuk belajar keuangan. Kebetulan waktu itu saya baru menuliskan ebook 19 rahasia keuangan.

memahami keuangan bisnis

Mengapa Perlu Belajar Keuangan Bisnis?

Indikator utama yang menjadi pertimbangan saat kita menilai sebuah bisnis adalah keuangan. Keuangan menjadi dasar dalam membangun bisnis. Kebanyakan kebangkrutan dari bisnis baik besar ataupun kecil dimulai dengan sebuah masalah yang bernama “masalah keuangan”.

Jika diibaratkan bisnis itu adalah sebuah tubuh, maka keuangan menjadi jantungnya.

Bukan penjualan?

Penjualan adalah penghasil asupan gizi bagi bisnis. Penjualan adalah penghasil darah bagi bisnis. Namun apalah guna asupan Gizi dan Darah yang berlimpah jika jantungnya bermasalah.

Memang ada banyak faktor penyebab sebuah bisnis menghentikan operasinya. Namun sekali lagi saya sampaikan, umumnya bisnis akan berhenti beroperasi saat mereka kehabisan uang.

Bisnis masih bisa bertahan tanpa penjualan, namun tidak akan mampu bertahan jika kehabisan uang. Tagihan mesti dibayar dengan uang.

Ini alasan utama, mengapa kita perlu belajar keuangan bisnis. 1 dari 7 kesalahan pengusaha menurut dewa adalah : Buta Keuangan.

>>>  Belajar Keuangan Bisnis Online

Apa saja yang mesti dipelajari dalam keuangan bisnis?

Pembicaraan soal keuangan bisnis dimulai pertama sekali dari mengenali kesalahan – kesalahan yang biasa dilakukan oleh pengusaha. Sama seperti ketika kita belajar tahsin al qur’an, materi pertama adalah kesalahan yang biasa ditemui saat membaca al qur’an. Begitu juga saat belajar keuangan usaha, kita mulai obrolan dari sana.

Bagian kedua dari pelajaran soal belajar keuangan bisnis adalah berkenalan dengan uang itu sendiri. Karena uang yang kita pakai saat ini tidak terbuat dari emas dan perak, maka ia memiliki sifat yang berbeda dengan emas atau perak. Seperti soal pengaruh waktu terhadap “nilai” uang, inflasi, termasuk di dalamnya sejarah penggunaan uang  itu sendiri. Kenal sifat uang, akan membuat kita bisa mengendalikannya dan bukan dikendalikan uang.

belajar keuangan bisnis secara benar

Selanjutnya, baru kita masuk soal laporan keuangan usaha. Banyak orang menghindari bab laporan keuangan dikarenakan mereka membenci angka dan pusing dengan kata akuntansi. Cuma kawan kawan perlu tau bahwa sebenarnya akuntansi dengan manajemen keuangan adalah 2 hal yang berbeda tapi saling melengkapi.

Santai aja, karena kalau sudah membenci di awal, kita akan benar benar tersesat dalam keuangan. Padahal sebenarnya keuangan itu gak serumit akuntansi. Sederhana aja, sayapun sedang berusaha terus menyederhanakan proses pencatatan keuangan yang digunakan sebagai input dalam menyusun laporan keuangan usaha.

Laporan keuangan usaha sendiri ada 3 yang utama, Laba Rugi, Arus Kas, dan Neraca. Masing-masing memiliki fungsi dan memberikan insight bagi pemilik bisnis sehingga dapat mengambil keputusan, apa yang selanjutnya perlu dilakukan.

Bagian keempat dari belajar keuangan bisnis adalah memahami apa yang ada dibalik angka. Dari laporan keuangan di atas, kita terjemahkan ke dalam rasio – rasio keuangan. Rasio ini memiliki maksud, jika sekian % maka kondisi baik, jika kurang artinya buruk dan sebagainya. Nah, ini adalah bagian pokok dalam kegiatan memanajemen keuangan bisnis. Di sini akan terlihat kesehatan keuangan kita sesungguhnya.

Bagian terakhir dari kegiatan belajar keuangan bisnis adalah setelah kita dapat uang, apa yang selanjutnya kita lakukan. Ya, kita berharap agar kondisi baik selalu menyertai kita, namun kita juga perlu mempersiapkan diri untuk kondisi yang buruk sebelum ia datang. Berdasarkan pengalaman saya selama ini, paling gak ada 3 hal yang perlu kita lakukan.

Join Channel Telegram Gratis

Pengalaman Teman yang Belajar Keuangan Bisnis

Umumnya mereka yang belum pernah belajar keuangan akan sedikit kesulitan di awal untuk mengikutinya. Namun, jangan khawatir, jika kita pahami logikanya, insyaAllah akan mudah mengikutinya. Intinya jangan diam saja, rutin berdiskusi lalu praktekkan segera. Keuangan ini adalah ilmu praktek, jika tidak dipraktekkan maka yang terjadi ia akan menguap begitu saja.

Bagi sebagian orang lagi, angka – angka adalah musuh besarnya. Namun, ketika kita tidak memaksakan diri untuk belajar, kondisinya akan lebih buruk.

Semoga dengan sedikit penjelasan ini, kawan kawan bisa paham bahwa belajar keuangan bisnis bukanlah sesuatu yang sulit, hanya perlu sedikit kemauan dan ketelitian serta sedikit praktek. Ada kawan yang ikut belajar bersama saya, adalah lulusan akuntansi. Beliau cuma geleng -geleng kepala karena saat kuliah ia blast gak paham, tau tau sudah lulus saja. Tapi, pelan – pelan beliau merapikan keuangan bisnisnya.

Pahami logikanya, lalu sesuaikan dengan bisnis kita masing-masing. Itu kuncinya.

>>>Ikut Belajar Keuangan Bisnis secara Online <<<

 

 

four + nine =