Yearly Archives

13 Articles

Blogging

Bagaimana Meng-Install Mindset Orang Kaya

Posted by bagkinantan on

menginstall mindset orang kaya

Sering kita mendengar sebuah kalimat, Orang kaya cenderung terus kaya dan orang miskin cenderung akan terus miskin. Kenapa bisa seperti ini? Jawaban yang paling sering saya terima adalah mindset yang membedakannya. Bagaimana meng-install mindset orang kaya?

Namun,  sebelum berangkat ke mindset, kita perlu tau juga bahwa ada ‘sesuatu’ yang membentuk mindset, yaitu keluarga, pendidikan dan lingkungan.

Disini letak perbedaan mendasar, mengapa orang kaya cenderung terus kaya dan orang miskin cenderung terus miskin.

Ustadz Anis Matta pernah bercerita bahwa, beliau memiliki satu kelompok yang beliau bina secara langsung. Anggota kelompok ini adalah mahasiswa LIPIA yang berasal dari kampung-kampung. Seperti kebanyakan santri dari kampung, pemikiran mereka sederhana sekali. Saat ustadz bertanya, apa yang akan mereka lakukan setamat dari LIPIA, rerata mereka menjawab pulang kampung, mengajar bahasa arab di ma’had (pondok pesantren).

Lalu suatu waktu ustadz melakukan sebuah eksperimen, anak-anak LIPIA ini diminta untuk menemui beliau di Hotel Mulia Jakarta. Namanya mahasiswa dari kampung, biasanya penampilannya sangat sederhana. Saat di security, mereka diperiksa agak ketat.

Ustadz sudah di Hotel Mulia, duduk disuatu tempat yang dapat menyaksikan semua kejadian tersebut. Tapi, tak bisa dilihat anak-anak LIPIA ini.

2 Jam lebih, anak-anak LIPIA ini menunggu di lobby, cuma sekedar duduk-duduk dan memperhatikan orang yang lalu lalang. Lalu mereka diminta untuk pulang dan pada pertemuan pekan depannya, ustadz bertanya “apa yang kalian perhatikan pekan lalu?”

“orang yang berlalu lalang?” jawab mereka

“Bagaimana penampilannya?”

“Rapi, cantik, ganteng…”

“Ada yang penampilannya seperti kalian?”

“Tidak ada.”

Ya, memang itulah mindset yang ada dalam mahasiswa LIPIA tadi, di kampung mereka pakaian yang mereka pakai sudah cukup baik, layak dan sopan. Dengan eksperimen kemaren, ustadz ingin “menginstall” mindset baru ke mereka. Dan sekarang anak anak LIPIA yang dari Hotel Mulia itu sedang kuliah S2 Ekonomi Islam di UI.

Nah, terkait judul di atas, inilah beberapa hal yang saya catat dari ceramah panjang ustadz Anis Matta soal bagaimana menginstall mindset orang kaya.

mindset orang kaya : memperbaiki penampilan

Pertama, perbaiki penampilan. dengan memperbaiki penampilan akan meningkatkan kepercayaan diri. banyak orang kaya lainnya juga berpenampilan biasa biasa aja. Untuk kita, jika memang belum memiliki “sesuatu” yang membuat orang lain melirik kita, setidaknya perbaiki dulu penampilan. Memperbaiki penampilan bukan berarti menggunakan pakaian yang mahal, pakailah yang layak, kita nyaman dan orang lainpun nyaman berinteraksi dengan kita.

Semakin percayadiri dan nyaman orang berinteraksi dengan  kita, secara perlahan maka ada plus yang kita dapat, networking. Silaturrahim meluas, sebagaimana sabda Nabi Muhammd SAW, salah satu cara meningkatkan rezeki adalah dengan memperluas silaturrahim.

kedua, jelas Networking

Ada sebuah teori yang saya baca kemarin.

Jika ingin mengetahui seberapa besar penghasilan kita, maka lihatlah penghasilan 10 orang yang berinteraksi intens dengan kita, jumlahkan lalu ambil rata ratanya. Maka penghasilan kita akan berada di kisaran itu.

Misal, kita sering kumpul dengan orang-orang berpenghasilan 3-5 juta, maka penghasilan kita akan berada di angka rata rata 4 jutaan. Nah, jika ingin memiliki penghasilan di atas itu, maka kita harus memperluas networking ke orang-orang yang punya penghasilan jauh di atas yang rata-rata tadi.

prosperity mindset

Saya punya teman, penghasilan rata-ratanya pertahun sekitar 500jutaan (kotor), lalu sekarang beliau punya teman yang punya penghasilan nyaris 1 M perbulan, sekarang pendapatan kotor beliau sebulan tembus 1 M.

Terkadang ada beberapa informasi yang hanya beredar dikalangan tertentu, sehingga untuk dapat mengetahui informasi tersebut, kita butuh dekat-dekat dengan mereka.

Ternyata penting ya memilih kawan yang berinteraksi intens dengan kita.

Ketiga, Belajar.

Salah satu hal yang menyebabkan penghasilan kita gak naik naik adalah “kapasitas” diri kita yang gak naik naik.  Ini kaitannya juga dengan bagian kedua di atas, dengan networking yang bagus, kita bakal belajar banyak terutama tentang “how to make money”. Apalagi materi ini tidak pernah masuk dalam kurikulum sekolah di negeri kita tercintah ini.

Ustadz Anis Matta menceritakan pengalaman beliau berceramah dikalangan orang kaya, salah satunya kelompok Aburizal Bakrie sewaktu masih jaya. Beliau pernah disodori amplop selepas ceramah. Amplop itu beliau kembalikan, beliau berkata, aku tidak ingin bayaran, aku ingin berkawan. Aku ajarkan kalian soal agama, aku ingin belajar dari kalian soal dunia.

Install mindset orang kaya

Keempat, Banyak Banyaklah Berinfaq

Ini kaitannya dengan status saya di facebook kemarin. Selama ini kita memahami bahwa sedekah itu mengundang “rezeki” karena memang sudah janji Allah bahwa sedekah itu akan mendapatkan balasan hingga 700 kali lipat. Digambarkan dengan padi yang punya 7 untai, tiap untai terdiri dari 100 bulir bahkan sampah hitungan yang cuma Allah yang tau.

Nah, ada yang menarik dari pemaparan ustadz Anis Matta, menurut beliau memperbanyak infaq itu untuk memberi latihan kepada hati dan pikiran kita agar memandang UANG sebagai sesuatu yang KECIL. Ada uang 10 juta sedekahkan, agar kita memandang uang 10 juta itu sebagai sesuatu yang kecil. Jika kita sudah mempersiapkan hati dan pikiran seperti itu, kita akan siap dengan jumlah yang lebih besar.

Namun, sayangnya karena didikan orang tua kita yang juga gak pernah pegang uang besar, jadi kita sering kali mendapatkan bisikan dari orang tua yang membuat kita akhirnya punya pandangan keliru soal uang. Karena keliru, kita jadi memandang uang sebagai sesuatu yang wah, besar dan sulit dicapai. Tapi yang diajarkan orang kaya ke anak-anak mereka justru sebaliknya. Kehilangan jumlah tertentu bukan soal yang besar, santai aja dan akhirnya memperbesar kapasitas diri mereka.

dan, Kelima Teruslah Berbisnis

Kita tentu sama sama tau bahwa banyak pintu rezeki yang terbuka jika kita berniaga. Walau sepertinya tidak semua orang yang berbisnis memiliki momentum yang sama dalam memperoleh rezeki yang “dijanjikan”. Karena bunga tak mekar bersamaan. Tapi, apapun kondisinya tetaplah berusaha untuk membesarkan bisnis.

Inilah beberapa hal yang disampaikan ustadz Anis Matta tentang bagaimana menginstall mindset orang kaya. Semoga bermanfaat. (bagkinantan)

Keuangan

Belajar Keuangan Bisnis : Ini yang Perlu Diperhatikan

Posted by bagkinantan on

belajar keuangan bisnis yang benar

Soal belajar keuangan bisnis, saya teringat saat malam ramadhan, seorang teman saya mengirimkan sebuah gambar dan sepotong kalimat; “mau garap?”

Belum lama ini saya menonton film “the founder” yang menceritakan soal awal berdiri dan perkembangan raksasa waralaba dunia, Mc Donald.  Tapi saya tidak akan bercerita soal bagaimana Ray Kroc menguasai pasar waralaba dimulai dari kata Mc Donald.

Saya mencermati pertumbuhan sesungguhnya dari Mc Donald adalah saat Ray Kroc tersadar, bahwa bisnis yang ia dirikan dengan belasan cabang, ternyata mengalami gagal bayar atas semua tagihan yang masuk ke mereka. termasuk cicilan hutang modal yang mempertaruhkan rumah miliknya.

Ada yang tidak dipahaminya tentang proses bisnis dalam bisnisnya.

Travelling

Perjalanan Keliling Aceh Cuma Rp 662.500 (bagian 2)

Posted by bagkinantan on

Buat yang belum baca episode sebelumnya, bisa baca di link ini 

Banyak yang bertanya saat  saya tulis status di facebook bahwa untuk keliling Aceh cuma butuh 662.500 rupiah. Itu sudah semua baik akomodasi, makan dan lain – lain. Murah sekali? jelas karena kami ber empat jadi sebenarnya kami menghabiskan Rp. 2.650.000 hehe.

Namun, angka 2,65 juta ini juga sudah tergolong sangat murah. Apalagi untuk daerah Aceh yang terkenal memang makanannya mahal – mahal.

Baiklah di lanjut ya.

Buku

Belajar SEO dari The Book Of SEO-nya RA

Posted by bagkinantan on

belajar seo dari rianto astono

Belajar SEO , entahlah kapan pertama sekali saya menemukan kata – kata ini. Seingat saya sudah beberapa teman yang membisikkan kepada saya tentang strategi menaklukkan mesin pencari google. Beberapa sudah saya praktekkan dan ada kebahagiaan saat artikel kita mulai banyak dibaca orang dan mulai ada beberapa “telepon” yang masuk dari artikel itu.

Sampai akhirya saya mendapatkan bahwa ternyata SEO itu sesuatu yang hanya google dan Tuhan yang tau. Tidak ada rumus baku untuk menghasilkan ranking bagus di mesin pencari, Google sendiri hanya memberi kisi – kisi yang sifatnya masih kira-kira seperti ini lo yang kami sukai.

Nah, karena banyaknya simpang siur informasi yang saya dapatkan saat belajar soal SEO, saat seorang mastah menawarkan buku yang beliau tulis dari pengalamannya, saya beli.

Entahlah, Walau saya orangnya acak, namun entah mengapa kalo belajar mest runut alias sistematis, sehingga sering mengalami kesulitan saat belajar dengan bahan yang berserakan. Jujur saya suka belajar dengan bahan yang sudah runut tersusun rapi.

Dan inilah yang saya temukan di bukunya om Rianto Astono ini : the book of seo, penyajiannya runut dari awal hingga akhir. Bahkan untuk orang gaptek seperti saya, mudah sekali memahami arah penjelasan beliau soal SEO ini.

Buku

Mantra Covert Selling – Sebuah Review

Posted by bagkinantan on

Jual Buku Mantra Covert Selling

Buku penjualan paling jelek se alam semesta, begitu menurut penulis buku ini. Buku ini berjudul  buku mantra covert selling (the magic art of advertising). Dan walau sudah dikatakan ini buku terjelek, penjualan buku ini terus saja berlanjut. Bahkan dibeberapa marketplace sudah beredar versi bajakannya.

Siapa Penulis Buku Mantra Covert Selling Ini?

Buku ini ditulis oleh salah seorang sahabat saya, nama penannya : Ki Jendral Nasution, mengklaim diri sebagai dukun penjualan #1 Indonesia. Hingga lulus SMA tinggal di Medan, lalu merantau ke Bandung (rencananya mau kuliah), di tengah jalan rencana berubah. Memilih tidak menyelesaikan kuliahnya dan sibuk jualan. Jual apa aja!