Punya Website, Perlukah Belajar SEO?

Belajar SEO untuk Website

Sesaat setelah membuat website refillmadu.com, saya bingung, apa yang harus saya lakukan selanjutnya? Saya mengikuti beberapa akun ‘mastah’, lalu muncul sebuah kesimpulan. Tugas pertama saya setelah membuat website adalah bagaimana mendatangkan traffic alias lalulintas pengunjung.

Lalu, saya mencari cara lagi, bagaimana mendatangkan traffic.

Ada beberapa opsi, seperti menggunakan facebook berbayar atau layanan iklan berbayar di google, di marketplace dan lain-lain. Namun setelah saya pertimbangkan beberapa opsi tersebut, yang paling mungkin dan paling murah menurut saya adalah dengan memanfaatkan teknik-teknik Search Engine Optimization (SEO).

Tugas saya selanjutnya adalah belajar teknik-teknik seo, terutama belajar seo untuk website jualan.

Bermodalkan mbah google, coba telusuri beberapa artikel yang membahas SEO, hasilnya saya malah bingung. Memang disana akhirnya kita butuh seorang guru.

Bicara soal mengambil guru, jadi teringat obrolan soal mastah vs newbie. Berbayar vs gratisan. Saya sudah merasakan sulitnya belajar tanpa guru, jadi adala wajar jika akhirnya kita ‘membayar’ guru untuk waktu mereka dalam menyusun materi agar kita mudah belajarnya.

Pertama sekali belajar SEO, saya mengambil ‘sanad’ dari seorang adik kelas dikampus dulu. Saya ujicobakan ke blog saya tentang manajemen usaha. Hasilnya lumayan, beberapa artikel masuk halaman pertama dan menghasilkan beberapa telepon darisana. Telepon untuk konsultasi. Karena memang blog itu ditujukan untuk membangun ‘branding’ eceknya.

Lalu, saya cobakan teknik yang pernah saya pelajari di blog pertama ke website refillmadu yang baru jadi. Tapi, sembari aplikasi ilmu lama, saya bertemu dengan seorang kawan konsultan SEO di medan, Bg Fajran Rachman. Waktu itu, saya minta diajari menulis artikel yang seo friendly, untuk mendatangkan traffic, kita mesti membuat konten yang disukai google.

Belajar SEO untuk Website dengan artikel SEO friendly

Menulis yang SEO friendly ini menjadi bagian kecil dari SEO secara keseluruhan. Secara umum, SEO terbagi menjadi onpage dan offpage. Onpage bagaimana kita mengondisikan website kita nyaman bagi mesin pencari, salahsatunya adalah dengan menciptakan konten yang berkualitas. Sedangkan offpage berkaitan dengan membangun jaringan dengan yang berada di luar website kita.

Soal kenapa saya memilih belajar menulis artikel yang seo friendly adalah soal kondisi keuangan yang memang belum cukup untuk menyewa jasa SEO, apalagi bang fajran ini sudah memenangkan beberapa kontes seo nasional.

Ohya, satuhal yang harus kawan-kawan pahami bahwa kerja SEO ini tidak instan, butuh waktu. Menurut bang fajran, butuh waktu paling gak sekitar 4 bulan, namun manfaatnya bisa sangat lama. Untuk website refillmadu, setelah 1 tahun saya baru mulai merasakan traffic yang datang, terkonversi menjadi pembeli.

Setelah traffic berhasil di dapatkan, tugas kita selanjutnya adalah bagaimana meningkatkan konversi. mengonversi pengunjung menjadi pembeli. Ada beberapa tahapan pula yang perlu kita lakukan jika ingin meningkatkan konversi, insyaAllah akan saya tulis dalam kesempatan berikutnya.

Setelah traffic, tingkatkan konversi

Kalau kita jawab pertanyaan judul diatas, perlukah SEO? Jelas perlu, apalagi untuk kita yang minim biaya, SEO dapat menjadi salah satu opsi bagi sumber traffic website bisnis kita. Walau ada yang mengatakan SEO sudah mati, saya pikir tidak sepenuhnya benar, karena beberapa niche market justru konversinya jauh lebih besar dari SEO ketimbang traffic berbayar. Setidaknya itu yang disampaikan mas Rianto Astono dalam bukunya “the book of SEO

Review buku seo berbahasa indonesia ini dapat kawan kawan baca di Link Ini.

backlink berkualitas

Selain saya pribadi yang sudah mendapatkan manfaat dari mengaplikasikan SEO ini, begitu juga bang fajran (bahkan beliau menjadikan SEO sebagai pekerjaan utama), ada juga teman saya yang sama-sama belajar menulis SEO friendly bersama bang fajran yaitu mba Eva Zahra.

Mba Eva ini adalah seorang guru yang nyambi sebagai ‘penulis bayaran’ terutama tentang lokasi wisata di Jogja – Magelang. Bahkan traveloka pernah ‘numpang’ pasang tulisan di blog beliau dan itu gak gratis.

Jika ingin semakin dalam memahami soal SEO ini, ada baiknya kawan-kawan belajar langsung ke gurunya. Salah satu rekomendasi saya adalah bang fajran. Silahkan buka blognya, disana ada nomor WA beliau.

Jika segan langsung ke guru, bisa sharing-sharing dengan mba eva zahra. Kunjungi blognya, hubungi beliau via komen atau email langsung. Insyaallah mereka terbuka untuk sharing-sharing.

Jika memang ingin belajar sendiri dan materi tersusun secara sistematis, kawan-kawan dapat membeli buku seo tulisan mas Rianto Astono : The Book Of Seo

Seperti pesan para guru kami, sesuaikan dengan kapasitas otak, waktu dan dana. Dari sana kita bisa memulai untuk memilih opsi terbaik dalam menjalani bisnis online yang kita geluti dan kita harapkan menjadi sumber penghasilan utama. Apalagi jika memang website sudah tersedia, tinggal dioptimisasi saja.

Perlukah Belajar SEO?

Selamat Mencoba

 

 

two + one =